Selasa, 03 Mei 2011

Menyenangkan hati Tuhan

Nuh sudah tahu bahwa air bah telah surut karena burung merpati yang
dia lepaskan tidak kembali lagi. Bumi telah siap ditempati lagi.
Namun Nuh tidak segera keluar dari bahtera itu. Mengapa? Ia telah
membangun bahtera itu berdasarkan perintah Allah. Ia pun telah
masuk dan tinggal di dalam perahu itu selama berhari-hari karena
menaati kehendak Allah. Maka untuk keluar dari bahtera itu pun, ia
menantikan firman Allah.

Maka ketika Allah bertitah agar Nuh keluar dari bahtera itu bersama
keluarga beserta segala hewan yang mengisi bahtera itu (15-17),
Nuh pun mematuhinya (18-19).

Tentulah rasa syukur yang besar ada di dalam hati Nuh karena dia dan
seluruh anggota keluarganya selamat. Berkat pertolongan dan kuasa
Allah, mereka bisa luput dari bencana mengerikan yang telah usai.
Oleh sebab itu, hal pertama yang dilakukan oleh Nuh begitu keluar
dari dalam bahtera itu adalah menyembah Allah. Ia mendirikan
mezbah dan kemudian mempersembahkan kurban bakaran bagi Tuhan
(20). Kita lihat bagaimana Nuh memilih dengan saksama hewan-hewan
yang akan dia jadikan sebagai korban bakaran. Nuh tahu apa yang
dikehendaki Tuhan dan ia melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan
itu. Terlihat kemudian bahwa Tuhan berkenan atas korban yang
dipersembahkan oleh Nuh itu hingga Ia berkehendak untuk tidak lagi
mengutuk dan membinasakan isi dunia ini (21-22).

Betapa indah hubungan Tuhan dengan orang beriman. Tuhan mencurahkan
kasih karunia-Nya dan memelihara hidup orang yang percaya
kepada-Nya. Sebagai respons, orang beriman menyembah Tuhan melalui
segala tindakan yang menyenangkan hati-Nya. Orang beriman
memuliakan Tuhan dengan menjadikan Tuhan sebagai yang terutama
dalam hidupnya.

Tentu kita mengakui diri kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan
Yesus. Namun adakah teladan Nuh mewarnai sikap hidup dan tindakan
kita? Sudahkah kita mematuhi Allah meski perintah Allah terdengar
tidak masuk akal? Marilah kita merespons kasih Allah dengan
melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati-Nya.

Kejadian 8:15-22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar